Monday, December 12, 2011

Akhir mimpi kita tentang cinta


Sekilas aku menyadari bahwa akhirnya hubungan kita hanyalah keinginan dari sesuatu yang bernama hasrat, dan bukan karena kebutuhan cinta itu sendiri. Kini aku berada di jalan ku, namun aku sama sekali tidak mengetahui entah dimana jalan mu. Kita berdua harus sama sama memahami bahwa inilah keterbatasan kita dalam memperjuangkan cinta, yang diharapkan untuk selalu berada. Apa yang pernah terjadi dalam kehidupan cinta kita, tidak harus menjadi sebuah sesal yang berujung pada dendam. Keikhlasan adalah sebuah titik yang harus kita tempuh, walaupun untuk sementara ini keihklasan tersebut adalah sebuah proses. Inilah mimpi kita, inilah keinginan kita, namun bukan inilah kebutuhan kita. Biarkanlah mimpi ini berakhir, walaupun mungkin cinta yang ada dalam diri kita terus tumbuh di dalam pot yang berbeda. Aku punya masa depan yang tidak harus dibangun dengan ukiran senyummu, tapi dibangun diatas kebesaran cinta dari orang lain. Kamu punya kebahagiaan dengan orang yang senantiasa kau butuhkan , dan nantinya aku akan berbahagia dengan orang yang membutuhkan aku. Mulai saat ini aku hanya sedang belajar meminta kepada Sang Pemilik Cinta tentang rasa terima kasih atas kehadiran mu dalam hidupku yang selalu memberikan kekuatan untuk menjadi yang aku bisa. Tuhan, bantulah aku untuk mengerti bahwa ketika aku “memeluk” seseorang aku harus berbesar hati untuk tidak menggenggamnya dan menghalanginya untuk terbang tinggi.

“Dan orang-orang yang berkata , “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” Al Furqon 74.


No comments: